Membidik Tren Bisnis 2011
Nggak ada salahnya nih menjelang long weekend kali ini kita bersantai sejenak, memprediksikan tren bisnis di 2011. Dan ada satu hal yang cukup mencuri perhatian saya akan perilaku konsumen di Indonesia, yaitu: Gengsi & Status Sosial.
Yaa namanya gengsi tentunya nggak jauh-jauh sama barang mahal dan berkelas. Tapi justru bukan barang mahal ini yang ngganjel di pikiran saya. Malah, barang tiruannya atau yang lumrah disebut dengan istilah ‘KW’.
Nah syukurnya masalah gengsi ini masih erat kaitannya dengan status sosial. Jadi ada kecenderungan menelan korban mode bagi yang kepengen ‘naik status’ secara instan atau minimal dilirik orang lah. Dari sisi marketing & bisnis, ini jelas suatu hal yang menarik.
Pola distribusinya pun lumayan unik. Konsep bisnis semacam ini justru menjauhi publisitas atau toko kasat mata. Dan orang-orang yang membeli juga akan berusaha identitasnya tak diketahui. Malu donk kalo ketahuan pake barang KW. Betul?
Sehingga ada celah bagi siapapun untuk ikut terjun dalam bisnis ini. Nggak perlu repot kontrak ruko, buka toko. Cukup dari rumah saja. Rajin ikut arisan bagi yang perempuan. Pria bisa saja membawanya ke tempat kerja, atau yang abege bisa posting online rutin di Facebook. Gampang.
Pun euforia akan barang yang memiliki nilai prestise tertentu nggak berhenti pada barang itu sendiri. Ada banyak celah lagi. Contohnya, penggila suatu merek —sebut saja merek kamera, akan tertarik dengan merchandise tentangnya. Mulai dari kaos, payung, hingga printhilan seperti mug dan pin. Walau unofficial alias KW.
Tren ini tampaknya akan cukup lama terjadi mengingat siklus mode yang kian cepat berputar. Ibarat ponsel, tahun lalu demam touchscreen, sekarang malah demam keyboard qwerty. Jadi besar peluangnya untuk terjun di klasifikasi produk dan segmen manapun. Mau segmen pasar rakyat, ada. Ibu pejabat juga ada.
Lalu apa tantangannya?
Semakin banyak yang ikut berkecimpung tentunya pasar jadi keruh. Saya masih ingat beberapa waktu kemarin seorang relasi berangkat ke Bangkok untuk berburu barang. Iya barang KW. Karena alasan beliau butuh update tren terbaru disana.
Update inilah yang menjadi tantangannya kini. Penjual manapun yang menyediakan stok barang terbaru, teranyar, dan ter-ter lainnya akan diburu pembeli —dan bahkan secara grosiran oleh ‘reseller’ luar kota hingga luar pulau.
Yaa namanya juga tren. Boleh ikut, boleh tidak. Tapi untuk passive income, rasanya tak ada salahnya selama kita punya strategi. Salam sukses!
1 Notes/ Hide
-
fajarfaqih reblogged this from madewira
-
madewira posted this
