Logo

Madewira

  • Home
  • Design
  • Photography
  • Journal
  • Bisnis
  • Tips
  • Archive
  • RSS

Berlatih Berpikir Kreatif. Caranya?

Ternyata nggak ada satupun buku yang sukses mengajak saya berpikir kreatif dari sederetan lorong buku di Gramedia. Mungkinkah saya terlewat? Ayo beri tahu saya…

Sedikit jawaban atas pertanyaan kompleks ini perlahan saya jumpai ketika ngemper bersama beberapa sahabat yang mengaku sebagai seniman gagal. Justru bukan dari bangku kuliah.

Ditengah obrolan hangat disela jam tiga pagi itu kami berdiskusi mengenai proses pencapaian kreativitas menurut cara mereka. Tak ada bahasa-bahasa yang berat, mengalir begitu saja seperti sloki-sloki yang deras membasahi kerongkongan kami.

Hingga akhirnya saya bisa menyadur LIMA POIN ini dari kisah mereka.

  1. IDE itu datangnya selalu TIBA-TIBA. Nggak bisa diprediksi.
    Itulah alasan mengapa kita harus siap catatan kecil atau sketchbook. Pikiran saja nggak cukup.
  2. KREATIF itu adalah CARA ketika kita memandang suatu hal dari SISI YANG BERBEDA dari biasanya.
  3. KELUARLAH dari zona nyaman.
    Manusia akan MALAS berpikir dan berusaha jika situasi adem-ayem.
  4. Sesekali UBAH kebiasaan. Biasanya kita naik motor ke kantor, cobalah naik sepeda atau angkot.
    Percayalah, sedikit-banyak sebuah INSPIRASI akan menghampiri.
  5. Jangan pernah NGOTOT. Duduk sendiri berjam-jam menanti ide itu SIA-SIA.
    Lebih baik gunakan waktu untuk curhat, brainstorming, atau hal menyenangkan yang melibatkan interaksi bersama orang lain.

Tidak bisa dipastikan memang keberhasilannya. Tapi saya PERCAYA dan YAKIN. Sebuah proses akan berhasil dilalui tanpa perlu tahu jawaban dari pertanyaan apa, bagaimana, siapa, berapa, dan apa-apa yang lain.

Ada sebuah cerita. Tentang dua remaja calon salesman yang ditugaskan atasannya untuk berdagang disebuah tempat di wilayah terpencil tanpa akses memadai yang harus ditempuh dengan perjalanan darat selama seminggu.

Salesman A adalah orang yang berlatar pendidikan cukup tinggi. Ia selalu memperhitungkan kemungkinan yang terjadi. Saking pintarnya, ia melakukan riset, meneliti berapa banyak ongkos, jarak, dan berbagai planning untuk meyakinkan dirinya siap berangkat kesana.

Sedangkan Salesman B adalah orang yang bekerja karena terdesak kebutuhan. Jangankan titel, SMA saja nggak kelar. Dia enggak tahu apa itu riset. Yang ia tahu hanya menyiapkan bekal secukupnya karena ia yakin lokasi yang dituju pastilah terpencil sebagaimana pesan atasannya.

Maka berangkatlah dua orang itu dengan caranya masing-masing.

Ditengah perjalanan dari satu kota ke kota lain, Salesman A mulai gelisah karena planningnya tak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia mulai khawatir akan kemungkinan bagaimana bila ongkosnya kurang dan semua yang dipersiapkan melenceng dari kenyataan. Situasi-situasi diluar rencana terus menghampirinya hingga ia putus asa dan memutuskan untuk balik menyiapkan planning lainnya.

Salesman B tampak begitu menikmati perjalanannya. Ia jadi terbiasa ngobrol dengan penumpang angkot yang ia jumpai. Semakin kerap berpindah angkot, ia semakin mendapat banyak petunjuk dari orang-orang yang menuju tempat yang sama. Hingga akhirnya ia pun tiba di tempat terpencil itu tanpa pernah terbayang proses panjang yang telah ia lalui. Semuanya berjalan spontan. Ia hanya ingat, pesan-pesan sang atasan.

Sama halnya dengan kreativitas.

Ketika pikiran fokus pada satu tujuan, yang patut kita lakukan hanyalah menjalaninya sebagaimana yang disederhanakan dalam lima poin diatas.

Salam sukses!

    • #blog
  • 2 years ago
  • Comments
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Recent comments

Blog comments powered by Disqus
← Previous • Next →

About

Avatar Made Hendra Wirawan. I'm Designer and Lifestyle Photographer based in Bali, Indonesia. Co-founder of a creative agency in the heart of sunny village in Sanur.
Follow @madewira

Me, Elsewhere

  • @madewira on Twitter
  • Facebook Profile
  • madewira on Foursquare
  • madewira on Gowalla
  • Google
  • madewira on github

Following

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Mobile

© Made Hendra Wirawan. Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr